Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan sejak usia dini. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) kepada pelajar di Sekolah Dasar Ngronggo 4, Selasa (29/9).
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan ikan sebagai salah satu menu makanan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi.
Menurutnya, konsumsi ikan memiliki berbagai manfaat bagi tumbuh kembang anak karena mengandung protein, vitamin, dan omega-3.
“Tujuannya yang pertama kita ingin mengedukasi baik gurunya, anak-anaknya untuk nantinya bisa punya rasa ingin atau punya kegemaran untuk makan ikan,” ujar Vinanda.
Ia menjelaskan, kandungan nutrisi dalam ikan diharapkan dapat mendukung kesehatan, pertumbuhan, serta konsentrasi anak sehingga mereka dapat tumbuh sehat.
Selain edukasi, Pemkot Kediri juga mendorong agar olahan ikan dapat menjadi bagian dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Vinanda menyebut, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Pendidikan telah melakukan sosialisasi kepada sejumlah penyedia MBG agar setidaknya satu hari dalam sepekan menyajikan menu berbahan ikan.
Sementara itu, Kepala DKPP Kota Kediri Arief Cholisudin Yuswanto mengatakan, konsumsi ikan masyarakat Kota Kediri masih tergolong rendah. Bahkan, Kota Kediri disebut berada di dua terbawah di Jawa Timur dalam hal konsumsi ikan.
“Yang pertama yang jelas untuk memasyarakatkan makan ikan sebagai menu kesehariannya dari masyarakat Kota Kediri yang memang kita akui ini Kota Kediri ini masih penyerapan makan ikannya masih rendah. Kita dua terbawah di Jawa Timur,” kata Arief.
Karena itu, menurut Arief, sosialisasi Gemarikan penting dilakukan sejak anak-anak. Selain mengenalkan manfaat ikan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya makanan bergizi dan beragam.
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai produk olahan ikan, seperti abon ikan lele, patin dan tuna, kulit ikan patin, serta bakso berbahan ikan lele.
Untuk menu makan bersama, sebanyak 172 siswa mendapatkan olahan ikan gurami yang dibuat menyerupai makanan crispy agar lebih sesuai dengan selera anak-anak.
Arief menambahkan, sosialisasi mengenai pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) juga terus dilakukan. Pihak sekolah dapat berkoordinasi dengan DKPP apabila membutuhkan kegiatan edukasi serupa.
Selain mendorong konsumsi ikan, DKPP juga mengenalkan keberadaan pelaku usaha yang memproduksi berbagai makanan olahan berbahan ikan di Kota Kediri.
“Kalau mungkin Bapak Ibu yang kesulitan mengolah makanan, nanti bisa mencari olahan makanan ikan di Kediri itu dengan gampang juga,” pungkasnya.
